Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2015

Pulau Beras Basah, Surga Liburan Berpasir Seputih Beras

Pulau Beras Basah, Surga Liburan Berpasir Seputih Beras
Berkunjung ke Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), tak cukup jika tidak mencicipi wisata laut di Pulau Beras Basah Bontang. Pulau tersebut merupakan pulau cantik yang dipenuhi pasir putih.

Jarak antara Kota Bontang dan Pulau Beras Basah berkisar 12 kilometer dengan lama perjalanan satu jam menggunakan kapal ketinting dari Pelabuhan Tanjung Laut, Bontang. Aktivitas yang paling digemari wisatawan adalah snorkeling dan menyelam. Sebab di sekeliling pantai dihuni terumbu karang atau koral berwarna-warni. Ada pula koral cangkokan yang sengaja ditanam oleh Pemerintah Kota Bontang.

Selain itu, banyak pula ditemukan berbagai jenis ikan hias yang berenang di sela-sela koral. Pulau tersebut dijaga oleh nelayan pencari ikan. Nelayan juga menjual air tawar bagi wisatawan yang ingin membilas badan setelah berenang.

Ada pula mercusuar yang tinggi menjulang di sisi kiri pulau. Mercusuar ini berfungsi menjadi tiang lampu yang memberi cahaya pada nelayan pada malam hari. Bagi wisatawan lokal, Pulau Beras Basah merupakan surga liburan yang paling murah dan dekat. Pantainya tenang dan berpasir warna seputih beras. Banyak pohon kelapa di sekeliling pulau. Jika beruntung, bisa langsung menikmati kelapa muda gratis. Tentu ambil sendiri kelapa yang diinginkan.

Pulau ini juga bisa dijadikan tempat pesta lampion kala tahun baru. Ombaknya yang tidak terlalu besar sangat mengundang siapa saja yang berkunjung untuk berlama-lama di dalam air. Selain itu, pemandangan bawah laut seolah bisa diintip melalui kejernihan air lautnya.
“Pulau Beras Basah adalah destinasi wisata laut yang paling dekat dari Samarinda, ibu kota Kaltim. Aksesnya mudah dan paling asyik kalau ke sana beramai-ramai,” kata Frisca Dwistani Puteri, salah seorang wisatawan lokal asal Samarinda, (2/6/2015).
Pulau Beras Basah
Usut punya usut, konon kabarnya nama Pulau Beras Basah berasal dari sebuah kapal pengangkut beras yang pernah singgah di kawasan tersebut. Kapal tersebut membawa beras dari Pulau Sulawesi yang membuang seluruh isi muatannya karena takut tenggelam. Bagi warga Bontang, Pulau Beras Basah adalah tempat melarikan diri dari kebosanan Kota Bontang yang merupakan kota industri.

“Pulau Beras Basah dapat menjadi tempat rekreasi yang tepat. Setiap akhir pekan Pulau Beras Basah pasti ramai. Saya juga sering berkemah dengan teman-teman Free Diving dari Samarinda di sana,” lanjut Friska.

Jika ingin menginap di pulau tersebut, wisatawan tidak perlu khawatir. Sebab, Pemkot Kota Bontang juga membangun beberapa gazebo yang bisa ditiduri. Ada pula surau tempat ibadah, dan beberapa kios nelayan yang berjualan minuman dan makanan ringan.

“Banyak gazebo yang bisa dijadikan tempat tidur, tapi kalau saya lebih menikmati wisata dengan berkemah. Ada pula teman-teman saya yang memilih untuk tidur di atas hammock. Anginnya sepoi-sepoi, dan sangat asyik jika mengadakan pesta api unggun,” ungkap Friska seraya tersenyum.

Ke Bontang Gak Lengkap Tanpa Menikmati Segajah-Beras Basah

Wisata Bontang | MUNGKIN wisatawan baru mengenal Pulau Beras Basah sebagai tempat wisata andalan Kota Bontang, Kalimantan Timur. Sejatinya, ada juga Pulau Segajah yang tak kalah eloknya dengan Beras Basah. Beberapa tahun terakhir, Pulau Segajah mulai dikenal dan dimasukkan ”satu paket” dengan Beras Basah. Mau ke Beras Basah, singgah dulu di Segajah.

”Kita menuju Segajah dulu, baru ke Beras Basah. Menjelang tengah hari begini, saat yang pas untuk ke Segajah,” begitu ajakan Zulkarnan, tokoh pemuda yang juga Ketua Karang Taruna di Bontang Kuala, akhir Mei lalu.
Segajah merupakan pulau berpasir yang ”menghilang” saat air laut pasang dan muncul lagi saat air laut surut. Jadi, Segajah hanya bisa dipijak pada pagi hingga sore saat air laut surut.
Perahu kayu bermesin pun menderu membelah perairan Bontang yang merupakan bagian Selat Makassar ini. Cukup 20 menit, Pulau Segajah terlihat. Terhampar seluas lebih kurang 2 hektar dan hanya bervegetasi bakau yang ditanam warga beberapa tahun lalu.

Biru dan jernihnya air langsung menyambut, mengajak untuk merasakan pasir pantainya. Bintang-bintang laut berwarna coklat, hitam, dan kuning tersebar merata. Ada pula teripang yang bentuknya seperti sosis berukuran besar dan berwarna putih kekuningan.

Bintang laut dan teripang ini bisa dipegang, tidak berbahaya. Namun, tetaplah waspada karena perairan Segajah ini juga penuh ”ranjau”, yakni bulu babi yang jumlahnya ratusan. Jangan salah melangkah agar tak tertusuk duri bulu babi.

Jika ingin snorkeling, saatnya mencebur untuk menikmati hamparan terumbu karang di sekitar pulau ini. Terumbu-terumbu berjumlah ribuan yang menjadi ”rumah” bagi ikan-ikan kecil berwarna-warni.
Dinamakan Segajah karena dahulu pulau tersebut jika dilihat dari atas bentuknya mirip punggung gajah. ”Luas Segajah sekarang hanya 2 hektar, itu hanya 10 persen dari luas Segajah dulu, sewaktu saya kecil. Luasnya menyusut, mungkin karena abrasi sehingga bentuk pulau ini sekarang, ya tidak lagi mirip (punggung) gajah,” kata Suriansyah (52), tokoh masyarakat.
Setelah puas di Segajah, kapal motor melanjutkan perjalanan ke Beras Basah yang cukup ditempuh 25-30 menit. Air berwarna biru-kehijauan, deretan pohon kelapa, mercu suar, dan keriuhan wisatawan terlihat. Ada juga banana boat yang hilir mudik mengelilingi pulau.

Nama beras basah konon berasal dari beras muatan kapal milik Kesultanan Kutai yang tumpah saat perahu karam. Beras yang tumpah itu membentuk gundukan yang kemudian disebut Pulau Beras Basah. Yang jelas, pulau ini berpasir putih seperti beras yang basah.

Snorkeling menjadi hal menyenangkan di sini. Syaratnya, jangan di lintasan banana boat agar tidak tertabrak. Perairan di pulau ini menyajikan padang lamun-hamparan tumbuhan yang didominasi rumput dan alang, tempat bersembunyi aneka ikan berukuran kecil.

Beberapa kerumunan ikan tampak di sana-sini, ”menggoda” untuk didekati. Dalam satu kerumunan saja, terdapat ribuan ikan kecil. Sejumlah wisatawan yang snorkeling terlihat riang menggiring kerumunan ikan-ikan ini, lalu mencoba ”membelah” mereka.

Salah satu titik untuk menyelam di perairan antara Pulau Segajah dan Beras Basah yang kini menjadi favorit wisatawan adalah gelembung abadi atau geladi. Wisatawan bisa melihat gelembung-gelembung kecil muncul dari dasar laut, dan menuju ke permukaan. ”Gelembung ini adalah gas alam,” ujar Suriansyah.

Bersantai
Lelah berenang, wisatawan bisa bersantai di gazebo-gazebo di sepanjang tepi pantai untuk memesan kopi panas atau sekadar menikmati camilan. Untuk membasuh badan, warga menyediakan air dalam kemasan jeriken. Jeriken isi 10 liter, misalnya, dibanderol Rp 10.000.

Tidak ada sumur di Beras Basah sehingga air tawar diangkut dari Bontang setiap hari. Pulau ini juga tidak boleh ditempati. Puluhan warga yang membuka warung tenda biasanya akan pulang ke Bontang pada sore hari. Meski demikian, sebagian tinggal, terutama pada akhir pekan, saat Beras Basah ”diserbu” wisatawan juga warga.

Pada akhir pekan, minimal 500 orang memadati Beras Basah dan sebagian menginap. Pulau seluas 4 hektar itu langsung penuh sesak. ”Apalagi pada hari raya atau malam Tahun Baru, bisa enggak kebagian tempat untuk duduk,” ujar Yasun, pegawai Kantor Pemberdayaan Masyarakat Bontang.
Sama seperti Segajah, luas Pulau Beras Basah juga semakin menyusut. ”Dulu, pulau ini 8-9 kali lebih luas dari sekarang dan penuh bakau. Sekarang hanya sejengkal,” kata Suriansyah.

Untuk menjangkau Segajah dan Beras Basah, wisatawan bisa menyewa kapal motor dari Pelabuhan Tanjung Laut ataupun Bontang Kuala. Menyewa kapal motor yang bisa dimuati 10 orang dari Bontang Kuala, biayanya Rp 500.000-Rp 600.000.

Potensi Beras Basah, Segajah, dan juga alam bawah airnya bisa dikembangkan. Sayangnya, kurang tergarap secara maksimal. Sampah, misalnya, masih berserakan di Pulau Beras Basah. Papan huruf-huruf bertuliskan ”Pantai Beras Basah” juga tidak ada. Menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Bontang untuk membenahinya. (LUKAS ADI PRASETYA / Travel Kompas)

Hariyadi, Guide Trip Dive dari Mata Elang : "Sisi Lain Diving, Misi Penyelamatan Bawah Laut"

Hariyadi, Guide Trip Dive dari Mata Elang
TIDAK hanya menikmati alam bawah laut, aktivitas diving juga akrab dengan misi melindungi kelestarian biota laut dari kerusakan. Pengeboman massal yang dilakukan oknum tertentu saat mencari ikan berperan tinggi merusak kelangsungan hidup terumbu karang yang sudah tidak alami dan dalam kondisi hancur.
Kehidupan laut terancam ulah manusia. Peran serta pencinta maupun komunitas diving, datang mengampanyekan perlindungan biota untuk menjaga ekosistem laut tetap terjaga dan sehat.
Didukung fasilitas peralatan SCUBA dari Dinas Perikanan dan Kelautan Bontang, kegiatan penyelamatan bawah laut terus digenjot. Ya, komunitas itu tak hanya menyelam menikmati alam bawah laut tetapi jadi duta perlindungan.

Setiap sebulan sekali, diadakan patroli menyelam di laut Bontang, mengecek kelangsungan hidup berbagai macam jenis terumbu karang dan ikan. “Kami rutin melakukan pengamatan di perairan Bontang. Jika ada kerusakan, kami segara cek-ricek di area sekitar Beras Basah. Beberapa terdapat terumbu karang buatan yang ditanam sebagai ekosistem habitat perikanan karang, mencegah abrasi pantai, dan tujuan wisata,” jelas Hariyadi, guide trip dive dari Mata Elang.

Hariyadi menambahkan, ada sebuah impian membuat kegiatan wisata bahari berkonsep sail seperti kegiatan nasional yang didukung Kementerian Pariwisata. Tujuannya, mengenalkan potensi bawah laut Bontang ke dunia luar. Itu bisa menarik perhatian wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung ke Kota Taman.

“Kami lagi susun rencana konsep kegiatan sail, semoga bisa didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kaltim. Jika terlaksana, otomatis menghidupkan kehidupan potensi wisata Bontang sekaligus merangsang kegiatan pencinta olahraga laut. Tidak hanya diving, bisa juga layar, parasailing, jet ski, snorkeling, ataupun wake board bermain di area Pulau Segajah maupun Pulau Beras Basah,” ungkapnya.

Sabtu, 06 Juni 2015

Menikmati Mentari Fajar Di Puncak Sikunir Dieng

Menikmati Mentari Fajar Di Puncak Sikunir Dieng -, Bukit Sikunir di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi kawasan wisata yang paling banyak disinggahi wisatawan domestik maupun mancanegara pada malam pergantian tahun baru 2015.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Sigit Sukarsana mengatakan wisatawan semakin banyak yang gemar mendaki bukit Sikunir dan Gunung Prau beberapa tahun terakhir. Mereka umumnya kebanyakan merupakan kalangan muda yang merayakan malam pergantian tahun baru. "Sikunir jadi primadona karena orang bisa melihat eloknya pemandangan matahari terbit," kata dia, Kamis, 1 Januari 2015. 

Cahaya pagi Sikunir bisa dinikmati ketika jarum jam menunjuk ke angka 03.30 WIB. Pendaki setidaknya harus sudah memulai perjalanan dari kawasan sekitar Candi Dieng pada pukul 03.00-04.00 WIB untuk mendapatkan cahaya pagi yang bagus. Suhu bisa mencapai di bawah 10 derajat Celsius pada subuh.

Dari bukit ini, wisatawan bisa memandang tujuh puncak gunung, yakni Sindoro, Merapi, Merbabu, Lawu, Telomoyo, Ungaran, dan Prau di kawasan Dieng. Dari puncak Sikunir, ketika pandangan mengarah ke barat terlihat Telaga Cebong yang bersebelahan dengan perkampungan Sembungan. Di sekitar Bukit Sikunir selain Telaga Cebong juga ada empat telaga lain, yakni Asat atau Wurung, Gunung Kendil, dan dua Telaga Pakuwujo.

Desa Sembungan adalah desa terakhir sebelum mencapai puncak Sikunir. Desa ini berjarak enam kilometer dari kompleks Candi Dieng dan 30 kilometer dari Kota Wonosobo. Desa ini berada pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut. Dari Sembungan pendaki perlu menempuh jalan kaki sejauh satu kilometer. Desa Sembungan merupakan permukiman padat yang dikelilingi perbukitan.

Menurut Sigit, jumlah pengunjung kawasan Dieng pada pergantian tahun baru 2015 naik hingga 35 persen dibandingkan malam pergantian tahun 2014. Berdasarkan hitungannya, wisatawan yang datang pada tahun baru 2015 setidaknya 10.000-11.000 orang. Di kawasan Dieng, orang juga bisa melihat telaga warna, Candi Dieng, dan Dieng Plateau Theater. "Pengunjung bisa memilih obyek wisata yang ingin disinggahi," kata dia. (Baca: Hutan di Dataran Tinggi Dieng Juga Terbakar)

Kepala Unit Pelaksana Teknis Wisata Dieng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Subuh Oni Wiyono mengatakan hujan yang turun dan bencana longsor yang terjadi di Banjarnegara belum lama ini sedikit berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan di kawasan Dieng. "Ada pengaruhnya tapi tak signifikan," kata dia.

Kabupaten Wonosobo berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara. Jarak Dieng menuju Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, lokasi longsor setidaknya 30 kilometer. Pengunjung menggunakan jalur dari Wonosobo kota menuju Dieng.//tempo.co//

7 Tips Liburan Ke Luar Kota Dengan Nyaman Dan Aman By : @Prischalia #SafeTravelling

image : travel64.com
Sebagian besar orang menganggap travelling tidak terlalu penting, tetapi sebagian lagi beranggapan bahwa travelling merupakan setengah dari bagian hidupnya. Ada kalanya beberapa orang melakukan travelling karena tuntutan pekerjaan seperti melakukan perjalanan dinas maupun sekedar hobby untuk liburan. Kenyataannya seorang pecinta travelling akan selalu memberi warna baru dalam hidupnya, mereka berani bermimpi lebih tinggi serta mampu menghargai setiap detik dalam hidupnya. Tetapi jangan lupa jika Anda pecinta travelling keluar kota untuk selalu berhati-hati dalam hal makanan dan perhatikan tips-tips sehat dalam menjalani liburan.

1. Manajemen stress

Stress dan kelelahan dipengaruhi oleh ketidakcukupan jam tidur selama perjalanan, hal ini mengakibatkan turunnya produktivitas seseorang. Pastikan Anda cukup istirahat selama liburan ke luar kota.

2. Pemilihan makanan dan minuman

Pilihlah makanan dan minuman yang bergizi dan aman agar Anda terhindar dari keracunan makanan. Batasi makanan yang digoreng, pilihlah makanan yang dipanggang atau direbus karena orang yang melakukan travelling selama >14 hari kadar kolesterolnya cenderung naik. Sajian sayur dan buah pastikan selalu ada setiap makan untuk menetralisir asupan lemak yang berlebihan serta pilihlah makanan tinggi serat (sereal, roti gandum) untuk membuat anda kenyang lebih lama sehingga tidak perlu banyak ngemil. Konsumsi makanan yang tidak tepat seperti snack tinggi lemak dan rendah serat dapat meningkatkan risiko kegemukan. Jangan lupa untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan membawa botol berisi air saat travelling agar Anda terhindar dari dehidrasi.

3. Aktivitas fisik

Rencanakan olahraga yang ringan dan praktis selama 20-30 menit per hari agar tubuh tetap fit selama travelling. Lompat tali dan push up sebanyak 10-15 kali bisa menjadi pilihan olahraga praktis dan mudah. Selain itu, berlari maupun jogging bisa menjadi pilihan olahraga yang bisa Anda lakukan sebelum memulai aktivitas.

4. Bahaya penularan penyakit

Berhati-hatilah jika Anda hobby travelling keluar kota karena risiko tertular penyakit malaria, typhoid, demam dengue dan hepatitis sangat besar. Pastikan Anda mendapatkan informasi kesehatan sebelum berangkat menuju kota tujuan. Sebelum berangkat lakukan konsultasi medis dengan dokter untuk mengantisipasi risiko tertularnya penyakit selama perjalanan. Jangan lupa setelah melakukan perjalanan pastikan Anda tetap berkonsultasi karena virus atau bakteri bisa dalam keadaan non aktif yang bisa menyerang dikemudian hari.

5. Rencanakan barang bawaan sebelum perjalanan

Barang bawaan yang terorganisir serta daftar barang bawaan yang lengkap dapat mempermudah menjalani aktivitas travelling Anda. Anda perlu membawa bekal makanan dan minuman sehat selama perjalanan ke luar kota. Membawa botol berisi air minum kemanapun Anda pergi agar tidak merasa kesulitan memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari serta menghindari dehidrasi

6. Vaksinasi

Dapatkan vaksin untuk membantu pencegahan penyakit dan agar tetap aman dari virus / bakteri selama liburan. Berkonsultasi dengan dokter dan mintalah vaksin dan obat yang diperlukan sesuai kota / Negara liburan tujuan Anda.

7. Perlindungan diri

Gunakan pakaian yang aman dan terlindung. Risiko terkena kanker kulit harus diwaspadai ketika para traveler berada di area dengan sinar matahari yang panas. Jaga kaki agar tetap bersih dan kering, usahakan tetap memakai alas kaki untuk mencegah infeksi jamur dan parasit dari kotoran hewan. Suhu lokasi liburan yang dingin sangat berbahaya bagi kesehatan. Gunakan pakaian yang tebal, sarung tangan, sepatu dan kaos kaki jika mengunjungi daerah yang dingin.

Saat musim liburan tiba, sebelum Anda melakukan liburan ke luar kota jangan lupa cek status kesehatan anggota keluarga yang rentan seperti bayi, anak kecil dan ibu hamil. Waspadalah terhadap ibu hamil, karena mereka berisiko 10x lebih besar terkena keracunan makanan dari bakteri listeria. Perhatikan kesehatan selama liburan, jangan mencoba sesuatu yang membahayakan kesehatan dan keselamatan.

Inilah tujuh tips yang perlu Anda perhatikan ketika melakukan liburan atau perjalanan keluar kota. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.


Tentang Penulis!
Penulis :  Prischalia Rahfidhanita
Twiiter : @prischalia
Facebook : Prischalia Rahfidhanita

 Artikel ini pertama kali kami muat di Laman Bontang.me dan di publish ulang di sini

Anda Juga dapat mengirimkan tulisan Baik itu Tulisan Berita Sekitar Bontang,m Lowongan Kerja, Share Tips Kesehatan dan Wisata ataupun segala macam bentuk artikel sesuai passion yang anda miliki dengan cara menririm Email Artikel Ke BontangMedia@Gmail.com atau ke Admin@bontang.co.

JAngan lupa Follow kami di Twitter : @BontangMedia atau Facebook Kami Di Kota Bontang

Rabu, 22 April 2015

Wisata Lembah Hijau Lestari Bontang Lestari

Terbentuk Sejak 2013, Lembah Hijau Lestari (LHL) Kota Bontang, menjadi pilihan menyenangkan keluarga diakhir pekan. Banyaknya pilihan hiburan di lokasi ini, menjadikan daya tarik untuk turis local mauun non local untuk mengunjunginya. Selain itu, untuk urusan harga, LHL termasuk terjangkau dari kalangan menengah kebawah hingga menengah atas.

Memasuki gerbang LHL, yang terletak di daerah pegunungan, Anda langsung ditawari pandangan indah Hutan Hujan Tropis kota Bontang dari kejauhan. Berjalan sekitar 10 meter dari Gerbang utama, Anda akan disambut ramah karyawan yang berada pada pos loket karcis. Untuk memasuki area tersebut, pengunjung harus meruguh kocek Rp 5.000, diluar menikmati aktifitas permainan LHL. Namun bagi yang hanya ingin berjalan-jalan itu akan terasa cukup, karena anda sudah dapat mecuci mata dengan melihat aneka macam binatang yang unik,serta aneka Anggrek dan tanaman lain yang jarang anda temui.

Namun tidak akan terasa istimewa, bila anda tidak mencicipi hiburan yang disediakan, untuk wisata Adrenaline, anda dapat berayun dengan Flying Fox, Hiking dan merasakan ketinggian dengan Hige Rope. Dari itu LHL juga menyuguhkan wisata keluarga yang akan semakin membawa keceriaan pada keluarga Anda, terdapat Water Boom, Sepeda air bebek, Istana Balon, dan Memancing di Kolam ikan, dengan gazebo bernuansa traditional.

Anda tidak perlu Khwatir dengan biaya dua wisata diatas, karena tidak akan merogok kocek anda terlalu dalam, hanya sekitar Rp.10.000 – Rp 50.000. Dan anda sudah menikmati akhir pekan atau masa libur panjang dengan keluarga ataupun teman-teman. Yang paling menyenangkan dan tidak akan habis untuk diceritakan, bila anda menyewa kolam lumpur, untuk bermain bersama, penyewaan ini bertarif Rp.500.000/ Hari.

Dari itu bila anda berada dari luar kota, atau ingin merasakan suasana berbeda. Anda dapat menyewa tenda Doom Camping yang berkafasitas 10 orang, dengan tarif Rp.150.000, dan anda akan merasa berada dihutan pedalaman ditambah dengan Api unggu yang ditarif Rp.300.000. Namun bila Anda ingin merasakan kenyamanan elegan, Anda dapat menyewa kamar atau penyewaan tempat, untuk yang satu ini Anda harus menganggarkan keuangan yang sedikit lebih, karena tarifnya dimulai dari Rp.250.000-Rp.1.000.000.

Lalu bagaimana untuk sampai ke LHL, Cukup mudah bila anda berasal dari Bontang atau luar kota, dan memiliki kendaraan pribadi, Anda cukup menuju arah Jl. Muh Roen, ataubila anda lebih menegenal Kantor Walikota yang berdampingan dengan Gedung DPRD Bontang, dan Kantor Dinas, Anda cukup menelusuri jalan tersebut, dan anda akan melihat gerbang besar LHL. Namun bila anda tidak memiliki kendaraan, anda cukup menggunakan Ojek ataupun menyewa kendaraan roda empat dan dua yang berada di pusat kota Bontang, tarif penyewaan mobil diperkirakan Rp200.000-Rp250.000/Hari. Sedangkan untuk ojek, diperkirakan bertarif sekitar Rp10.000-Rp25.000/orang, tergantung dari sisi Kota Bontang mana Anda berada.

Sumber : lastsociety.wordpress.com

4 Spot Tempat Foto Yang Wajib Kamu Kunjungi Di Bontang

Kota Bontang, hanyalah sebuah Kota Kecil di ujung timur Kalimantan, mungkin kalah terkenal dibanding Balikpapan atau Samarinda. Tapi Bontang juga punya beberapa tempat yang asyik dikunjungi wisatawan untuk foto-foto.

Menghadap Selat Makasar, Kota Bontang yang Letak geografisnya 0.137° LU dan 117.5° BT.Di kota ini berdiri tiga perusahaan besar di bidang yang berbeda-beda, Badak NGL (gas alam), Pupuk Kalimantan Timur (pupuk dan amoniak) dan Indominco Mandiri (batubara) serta memiliki kawasan industri petrokimia yang bernama Kaltim Industrial Estate. Kota Bontang sendiri merupakan kota yang berorientasikan di bidang industri, jasa serta perdagangan.

Hampir 80 persen warga Bontang adalah pendatang dari berbagai pelosok nusantara. Maka dari itu Bontang ini layak di sebut miniaturnya Indonesia. Berbagai Suku , adat budaya tumbuh dan berkembang baik di kota ini.

Bontang memiliki sejumlah landmark dan tempat asyik untuk diabadikan dalam kamera. Berikut sejumlah profilnya:

1. Pulau Beras Basah
Foto Sumber : http://lh4.ggpht.com/-3_WCfVYuOrI/UYZoaaLIvKI/AAAAAAAAAmw/t2-JHQO80Vw/s1600/DSCF6214.jpg

Pulau Beras Basah di Kota Bontang, Bumi Etam, Kalimantan Timur .Pulau Beras Basah terletak sekitar 40 menit perjalanan laut. Dengan menyewa kapal nelayan, untuk menikmati pesona bahari yang ditawarkan pulau yang memiliki pantai pasir putih itu.Kapal bertolak dari sebuah dermaga kayu di kawasan Bontang Kuala, Bontang.


Terdapat sebuah pondokan sederhana di tengah-tengah pulau. Bangunan dari kayu tersebut, cukup luas untuk sekedar menaruh barang bawaan dan sebagai tempat untuk istirahat. Pohon-pohon rimbun di sekitarnya terlihat kokoh meski lokasi nya berada di atas pulau berpasir.

2. Bontang Kuala ( Kampung Di Atas Laut )
  


Bontang Kuala merupakan daerah wisata laut yang sangat menawan yang ramai dikunjungi wisatawan,  baik wisatawan dalam maupun luar negeri. Sore hari adalah waktu yang sangat tepat apabila anda ingin menikmati suasana pemandangan laut dengan bersantai sambil menikmati hidangan khas daerah ini. Terdapat pusat wisata kuliner yang terdiri dari restoran dan kafe dengan menu aneka masakan dan minuman khas seperti ikan bakar, kepiting, udang, cumi-cumi, pisang gapit, jajanan khas Bontang Kuala serta Sambal Gami. Restoran dan kafe berada di atas air dan mempunyai ciri khas masing-masing, contohnya terdapat kafe yang berbentuk kapal laut yang berada di atas air yang sangat menarik untuk dikunjungi. Di Bontang Kuala para pengunjung dimanjakan dengan pemandangan alam terbuka dan similir angin dari arah laut serta dapat menikmati keindahan sunset.
Sumber : http://wisatabontangkuala.blogspot.com/2013/11/wisata-di-atas-air-bontang-kuala.html
3. Pantai Marina dan LNG Plant



To reach the PT Badak peer on the way back from Bera Basah, we have to pass Pantai Marina. From Pantai Marina we can see the actual LNG Plant very close. For security reason, this place is now usually closed. However, we were so lucky that day to be able to go to Pantai Marina and take some pictures.

This is the third year that this Pantai Marina is usually closed. Back when I was growing up there the company didn’t need to be very concerned about security and this place was open for everyone. I spent so much time there swimming, jogging or just simply enjoying my time either alone with my thoughts or with my friends and their laughter as well.

4. Pulau Segajah 

Berkunjung ke Kota Bontang? Tempat wisata di kota TAMAN ini sangat sayang untuk anda lewatkan. Yaitu Pulau SEGAJAH. Pulau SEGAJAH adalah sebuah pulau kecil yang dekat dengan daerah Bontang Kuala. Di Pulau Segajah ini anda bisa melakukan banyak aktivitas seperti Snorkling, Diving, dan menikmati pemandangan laut yang tentu berbeda dengan laut di daerah-daerah lain. Berikut beberapa Foto Pulau SEGAJAH Bontang. Keunikan Pulau Segajah ini adalah hanya muncul ketika air laut sedang surut, dan akan tenggalam ketika air laut sedang pasang. Berminat untuk mengunjung Tempat Wisata Bahari ini? Datanglah ke Kota Bontang Kalimantan Timur.